Selasa, 10 Februari 2026

Perihal SPPG Kendayakan, Pembina Perwast : Klarifikasi Daffa Muhammad Hanya Pembelaan



Serang, WartaHukum.com - Menyikapi dengan adanya pemberitaan klarifikasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)  Kendayakan yang tayang di media online, menurut Angga Apria Siswanto selaku Pembina Persatuan Wartawan Serang Timut (Perwast) menganggap itu hanya pembelaan dari Daffa Muhammad.


Dimana menurut Angga, sebagai Kepala SPPG Kendayakan Daffa harus bisa menerima informasi keluhan ataupun masukan dari orang tua penerima manfaat, bukan melakukan pembelaan dan pembenaran secara pribadi.


"Logikanya tidak mungkin orang tua penerima manfaat mengeluh dengan sajian menu yang sesuai dengan standar," katanya, Selasa (10/02/2026).


Sepengetahuan saya, untuk penyajian menu harus ada rekomendasi daftar menu yang telah disusun oleh Ahli Gizi. Selain Ahli Gizi, Chef juga sangat berperan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan kualitas nutrisi, keamanan pangan (HACCP), serta mengelola produksi makanan skala besar sesuai standar gizi.


"Dengan adanya keluhan dari orang tua penerima manfaat, apakah Ahli Gizi dan Chef benar-benar dilibatkan," tambahnya.


Masih kata Angga, seperti dikutip dari klarifikasi Daffa Muhammad yang menerangkan bahwa tudingan menu bermasalah bermula dari laporan orang tua penerima manfaat berinisial N, yang juga telah dikeluarkan dari kepengurusan yayasan.


"Seharusnya Daffa ini bisa menerima laporan dari pelapor N sebagai informasi masukan agar kedepan tidak terjadi kembali. Tapi kenapa pelapor dikeluarkan dari yayasan, ada apa sebenarnya," imbuhnya.


Perihal statemen Kepala SPPG Kendayakan tentang pemberitaan yang dipublikasikan tidak melakukan verifikasi secara menyeluruh, Pembina Perwast menjelaskan bahwa ucapan Daffa Muhammad terlalu jauh ikut campur dan bukan urusannya, kalau si Daffa ini tidak merasa kenapa minta berita ditakedown, harusnya Si Daffa ini berkaca diri, dia juga bukan lulusan sarjana ketata bogaan dia sarjana sosial, emang dia paham tentang ketata bogaan. 


"Urus saja dapur SPPG Kendayakan yang sampai saat ini masih terjadi adanya menu yang diduga tidak sesuai dengan standar," tutupnya.


(Din) 

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Tulis komentar

Berita Terbaru

Back to Top