Selasa, 08 September 2026

Link Viber Cup Kronjo 2026 Ajang Cari Keuntungan Bagi Panitia dan Pihak Keamanan




Tangerang, WartaHukum.com - Kompetisi sepak bola Link Viber Cup Kronjo 2026 diduga menjadi ajang untuk mencari keuntungan bagi panitia dan pihak kepolisian. 


Kompetisi sepak bola Link Viber Cup Kronjo 2026 sudah bergulir selama 9 hari diduga sudah mengantongi keuntungan puluhan juta bagi pihak panitia pelaksana kompetisi sepak bola link Viber Cup Kronjo 2026 dari segi parkir dan biaya cas pemain asing yang di tarif oleh pihak panitia pelaksana. 


Tarif parkir yang berlaku di dalam kompetisi sepak bola Link Viber Cup Kronjo 2026 sangat fantastis, untuk tarif  kendaraan roda empat ditetapkan sebesar 10 ribu rupiah, dan kendaraan roda dua sebesar 5 ribu rupiah ditambah tim sepakbola yang mengikuti kompetisi Link Viber Cup Kronjo 2026 menggunakan jasa pemain asing dikenakan biaya cas sebesar 100 ribu rupiah dengan alasan untuk pihak keamanan. 


Dalam regulasi penggunaan pemain asing di turnamen antarkampung (tarkam) kini semakin ketat kewajiban pemeriksaan dokumen resmi seperti paspor dan KITAS sebelum pertandingan bukan mengenakan biaya cas 100 ribu rupiah kepada tim sepakbola yang menggunakan jasa pemain asing. 


Pemeriksaan Dokumen Resmi: Panitia kini mewajibkan pengecekan paspor dan KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) pemain asing untuk memastikan legalitas mereka.


Inspektur pertandingan atau panitia seharusnya memverifikasi keabsahan pemain sebelum turun ke lapangan guna menghindari sengketa atau penggunaan pemain ilegal, bukan meminta uang cas 100 ribu kepada tim sepakbola yang menggunakan jasa pemain asing dengan dalih untuk pihak keamanan. 


Selain biaya cas pemain asing, tarif parkir di kompetisi Link Viber cup kronjo 2026 diduga tidak mengikuti Perbup Nomor 79 Tahun 2021 dengan ketentuan parkir harian motor rata-rata sekitar Rp3.000 per hari, sedangkan inap berkisar Rp15.000–Rp20.000 per malam. 


"Baru kali ini kendaraan pemain dan official dikenakan tarif parkir, kami sering mengikuti beberapa turnamen sepakbola di Banten untuk kendaraan pemain dan official tidak dikenakan tarif tapi gratis, ditambah lagi ada biaya cas penggunaan pemain asing, ini sudah jelas Pungli yang dilindungi oleh pihak APH" ujar salah satu official tim sepak bola yang namanya enggan disebut. 


"Hayo dong Pak Kapolda Banten, Pak Kapolresta Tangerang katanya berantas premanisme dan pungli nyatanya ada pungli berkedok Olahraga dibiarkan, apalagi pihak panitia berdalih untuk pihak keamanan, sudah jelas kalau berbicara pihak keamanan ya kepolisian karena izin turnamen sepak bola yang mengeluarkan pihak kepolisian, masa Pak Kapolda Banten dan Pak Kapolresta Tangerang gak berani," kata salah satu official tim sepakbola.


(Red) 

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Tulis komentar

Berita Terbaru

Back to Top